Ada kesalahan di dalam gadget ini

24.2.10

Ringkasan Sejarah Nabi Muhammad Saw dari Lahir Hingga Wafat

Satu-satunya rasul Allah yang diutus untuk semua ras dan golongan adalah nabi Muhammad saw. Karena itu ajarannya sangat universal; tidak hanya tentang ibadah dan keakhiratan, namun juga urusan-urusan diniawi yang mencakup semua sisi kehidupan manusia, mulai dari masalah makan hingga urusan kenegaraan. Namun demikian, masih banyak orang yang buta terhadap pribadi dan kehidupan beliau. Akibatnya, mereka terhalang untuk melihat dan merasakan kebenaran yang dibawanya.

Pada lembaran ini penulis mencoba memperkenalkan Nabi Muhammad saw secara singkat dari beberapa sisi, dengan harapan dapat bermanfaat dan membantu kita semua.

1. Nama dan Gelar Nabi Muhammad Saw
Antara lain seperti disebutkan di dalam HR Bukhari dan Muslim: Ahmad, Mahi, Hasyir, ‘Aqib, Muqaffi, Nabiyyuttaubah, Nabiyyurrahmah.

2. Nasab Nabi Muhammad Saw
Di dalam buku Shahih Bukhari bab Mab’ats an-Nabiyyi saw, Imam Bukhari merincikan silsilah nasab Nabi Muhammad saw sebagai berikut: Muhammad saw bin Abdullah bin Abdul Muththalib bin Hasyim bin Abdu Manaf bin Qusyai bin Kilab bin Murrah bin Ka’ab bin Luai bin Ghalib bin Fihr bin Malik bin Nadhr bin Kinanah bin Khuzaimah bin Mudrikah bin Ilyas bin Mudhar bin Nizar bin Ma’add bin Adnan.

Imam Bukhari menambahkan di dalam Kitab Tarikh al-Kabir: Adnan bin Udud bin Al-Maqum bin Nahur bin Tarh bin Ya’rab bin Nabit bin Ismail bin Ibrahim…
Menurut para pakar – sebagaimana yang disebutkan oleh sejarawan Syekh Abdurrahman bin Yahya Al-Yamany –antara Adnan dan Ismail ada sekitar 40 kakek.

3. Kelahirannya
Nabi Muhammad saw lahir di Makkah pada hari Senin tanggal 12 Rabi’ul Awwal tahun Gajah dalam keadaan yatim.

Penamaan tahun Gajah berkaitan dengan peristiwa pasukan Gajah yang dipimpin oleh Abrahah, Gubernur Yaman yang ingin menghancurkan Ka’bah. Namun sebelum sampai ke kota Makkah, mereka diserang oleh pasukan burung yang membawa batu-batu kerikil panas (lihat QS Al-Fil: 1-5).

Kelahiran nabi Muhammad saw bertepatan dengan tanggal 20 April 571 Masehi.

4. Masa Menyusui
Nabi Muhammad saw pertama kalinya disusui oleh ibunya Aminah dan Tsuwaibatul Aslamiyah. Namun itu hanya beberapa hari. Selanjutnya beliau disusui oleh Halimah As-Sa’diyah di perkampungan bani Sa’ad.

Muhammad saw tinggal bersama keluarga Halimah selama kurang lebih empat tahun.
Di akhir masa pengasuhan keluarga Halimah ini terjadi pembedahan nabi Muhammad saw.

5. Muhammad Saw di Mata Penduduk Makkah
Sejak kecil Muhammad saw jauh dari tradisi-tradisi jahiliyah dan tidak pernah melakukan penyembahan terhadap tuhan berhala. Namun demikian beliau tetaplah seorang yang santun dan jujur, karenanya beliau terkenal dengan gelar Al-Amien (orang yang terpercaya).

6. Pernikahan Nabi Muhammad Saw
Pada usia yang ke-25 tahun, Muhammad saw menikah dengan Khadijah binti Khuwailid, seorang janda kaya berusia 40 tahun. Pernikahan ini diawali dengan lamaran Khadijah kepada Muhammad saw setelah melihat dan mendengar kelebihan-kelebihan dan akhlaknya.

7. Isteri-isteri Rasulullah Muhammad saw
Selain Khadijah, isteri-isteri beliau adalah: Saudah binti Zam’ah, Aisyah binti Abu Bakar, Hafshah binti Umar, Zainab binti Khuzaimah, Ummu Salamah (Hindun binti Umayyah), Zainab binti Zahsy, Juwairiyah binti Al-Harits, Ummu Habibah (Ramlah), Shafiyah binti Huyay, Maimunah binti Al-Harits dan Maria Al-Qibtiyah.

Nabi Muhammad menikahi mereka semua setelah Khadijah meninggal dunia. Dan mereka semua beliau nikahi dalam keadaan janda, kecuali Aisyah ra.

Jika dilihat dari faktor tiap pernikahan beliau, semuanya mempunyai hubungan yang kuat dengan dakwah dan ajaran Islam yang dibawanya.

8. Anak dan Putrinya
Anak dan putri nabi Muhammad saw adalah: Qasim, Zainab, Ruqayyah, Ummu Kultsum, Fathimah, Abdullah dan Ibrahim.

Mereka semua lahir dari rahim Khadijah kecuali Ibrahim dari Maria Al-Qibtiah.
Anak-anak beliau yang laki-laki semuanya meninggal sebelum usia dewasa.

9. Muhammad Saw Menjadi Rasul Allah
Turunnya wahyu pertama QS. Al-A’la: 1-5 di gua Hira pada hari Senin di bulan Ramadan pada usia yang ke 40 menjadi awal kerasulan Muhammad saw. Wahyu pertama tersebut berisi: "1) Bacalah dengan nama Tuhanmu yang menciptakan, 2) Yang menciptakan manusia dari segumpal darah, 3) Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Mahamulia, 4) Yang mengajari (manusia) dengan pena, 5) Dia mengajarkan manusia apa yang tidak diketahuinya."

Setelah menerima wahyu tersebut, Muhammad saw pulang menemui Khadijah dan mengungkapkan kekhawatirannya terhadap dirinya. Khadijah menenangkan: "Bergembiralah! Demi Allah, Dia tidak akan pernah menyia-nyiakanmu. Demi Allah, engkau ini menghubungkan shilaturrahim (hubungan kerabat), berkata jujur, menanggung beban orang lemah, membantu orang yang tidak punya, memuliakan tamu, menolong orang-orang yang ditimpa bencana."
Khadijah lalu mempertemukannya dengan anak pamannya Waraqah bin Naufal, seorang pendeta Nasrani. Setelah menjelaskan peristiwa yang baru dialaminya di gua Hira, Waraqah menjelaskan bahwa yang datang kepada Muhammad saw itu adalah malaikat yang pernah datang kepada nabi Musa.

"…Andai kata aku masih hidup dan kuat di saat engkau diusir oleh kaummu…" kata Waraqah.
"Apakah mereka akan mengusirku?" Tanya Muhammad saw.
‘Ya…," jawabnya. (lihat HR Bukhari dan Muslim).

10. Nabi Muhammad Saw Hijrah ke Madinah
Nabi Saw hijrah ke Madinah pada tahun ke 13 kenabian yang bertepatan dengan tahun 622 M. Di dalam riwayat Ibnu Ishak dijelaskan bahwa beliau keluar dari rumahnya yang saat itu sedang dikepung oleh pasukan bersenjata kaum musyrik Makkah yang ingin membunuhnya. Lalu Allah Swt menidurkan mereka. Sambil membaca QS. Yasin: 1-9 beliau manaruh pasir di kepala mereka semua, kemudian pergi ke rumah Abu Bakar untuk hijrah bersama ke kota Madinah.
Nabi Muhammad saw tiba di Madinah pada hari Senin tanggal 12 Rabiul Awwal tahun 1 Hijriyah.
11. Peperangan Nabi Muhammad Saw
Yang mendasari peperangan nabi Muhammad saw. adalah ayat-ayat berikut:

- "Telah diizinkan (berperang) bagi orang-orang yang diperangi karena sesungguhnya mereka dizhalimi." (Al-Hajj: 39).

- "Perangilah di jalan Allah orang-orang yang memerangi kamu, tetapi jangan melampaui batas, sungguh Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas" (QS. Al-Baqarah: 190).
Dalam hal ini ada aturan-aturan perang, antara lain: Jangan membunuh anak-anak, orang tua, orang yang menyerah, pendeta dan petugas rumah ibadah yang tidak menyerang, hewan tanpa tujuan maslahat, jangan membunuh dengan cara yang sadis dan berlebihan (Tafsir Ibnu Katsir).

Dari sini jelas bahwa peperangan nabi Muhammad saw adalah sebagai upaya pembelaan terhadap hak, bukan wasilah untuk islamisasi apalagi balas dendam.

Adapun jumlah peperangan yang diikutinya ada sebanyak 27 kali.

12. Akhlak Nabi Muhammad Saw
Allah SWT menggambarkan akhlak nabi Muhammad secara umum di dalam QS. Al-Qalam ayat 4: "Dan sesungguhnya engkau benar-benar berbudi pekerti yang luhur"
Sekedar contoh, penulis paparkan dua sisi dari akhlak beliau:

a. Kesabaran Nabi Muhammad Saw
Tidak sedikit beban yang ditanggung oleh nabi Muhammad saw dalam menyebarkan dakwah ajaran yang dibawanya. Ejekan, makian, perlakuan kasar dan ancaman pembunuhan diterimanya dari orang-orang musyrik Makkah. Namun itu semuanya tak membuat kesabarannya luntur.

Dalam riwayat Imam Bukhari dan Muslim diceritakan bahwa Uqbah bin Abu Mu’ith pernah mencampakkan kotoran onta kepada Rasulullah Muhammad saw sementara beliau dalam keadaan sujud. Beliau terus sujud hingga putrinya Fathimah datang membuangnya.
Perlakuan kasar kaum Quraisy semakin bertambah setelah pamannya Abu Thalib dan isterinya Khadijah meninggal dunia pada tahun 10 kerasulan. Karenanya beliau hijrah ke wilayah Thaif. Namun ternyata disini juga beliau tidak diterima, malah penduduk setempat menyuruh anak-anaknya untuk melemparinya dengan batu.

b. Kasih Sayang Nabi Muhammad Saw
Kasarnya tindakan pengusiran penduduk Thaif terhadap nabi Muhammad saw tidak membuat beliau serta merta mendoakan mereka dengan azab. Tapi justru sebaliknya: "Bahkan saya berharap agar Allah menjadikan dari keturunan mereka orang-orang yang menyembah Allah dan tidak berbuat syirik kepada-Nya sedikit pun," kata beliau saat malaikat penjaga gunung menawarkan kepadanya untuk menimpakan gunung Abu Qubaisy dan gunung yang di sebelahnya kepada penduduk Thaif. (Shahih Bukhari).

Dan bagaimana pun juga kasarnya perlakuan dan azab dari kaum musyrik penduduk Makkah kepadanya dan ummat pengikutnya, tapi itu tak membuatnya dendam kepada mereka di saat pembebasan Makkah pada tahun 8 H. Malah beliau saw memberikan amnesty besar-besaran kepada penduduk Makkah.

13. Keistimewaan yang Allah Berikan Kepadanya
a. Lima kelebihan yang tidak diberikan kepada orang sebelumnya
Dari Jabir bin Abdullah ra, nabi Muhammad saw bersabda: "Saya diberikan lima hal yang tidak diberikan kepada seorang pun sebelum saya; 1) saya diberi kemenangan dengan rasa takut (yang ditimpakan kepada musuh-musuhku) dalam jarak satu bulan perjalanan, 2) bumi dijadikan tempat shalat dan suci untukku, maka siapa pun di antara ummatku yang mendapatkan waktu shalat hendaklah dia melakukannya, 3) dihalalkan untukku harta ghanimah dan itu tidak dihalalkan kepada orang sebelum saya, 4) saya diberi syafa’at, 5) dahulu nabi diutus hanya kepada kaumnya, tetapi saya diutus kepada seluruh manusia." (HR. Bukhari dan Muslim)

b. Keistimewaannya di hari kiamat
Dari Anas ra., nabi Muhammad saw bersabda: "Saya adalah orang pertama yang diberikan syafaat pada hari kiamat nanti, nabi yang paling banyak pengikutnya di hari kiamat, dan orang pertama yang mengetuk pintu surga" (HR. Muslim).

Keistimewaan lainnya disebutkan di dalam riwayat Abu Hurairah, Rasulullah saw bersabda: "Saya adalah pemimpin anak-anak Adam pada hari kiamat nanti, saya orang pertama yang dibangkitkan dari kubur, dan saya orang pertama yang diberi syafaat (oleh Allah) dan orang pertama yang memberi syafaat (kepada ummat manusia)." (HR. Muslim).

14. Ibadah Beliau
Aisyah ra. Berkata: Rasulullah saw pernah shalat hingga dua kakinya membengkak. Lalu beliau ditegur, beliau menjawab: "Apakah aku tidak pantas menjadi hamba yang bersyukur?"

15. Nabi Muhammad Saw Wafat
Beliau saw wafat pada tanggal 12 Rabiul Awal tahun 11 Hijriyah di waktu Dhuha dengan usia 63 tahun.

Sebelum ruhnya dicabut, beliau membaca:
"مَعَ الَّذِينَ أَنْعَمَ اللَّهُ عَلَيْهِمْ مِنَ النَّبِيِّينَ وَالصِّدِّيقِينَ وَالشُّهَدَاءِ وَالصَّالِحِينَ, اللهُـمّ اغفِـر لى وارحمنى وألحقنى بالرفيق الأعلى, اللهم الرفيق الأعلى."



* Ditulis oleh: Ihsan AM. Hs

* Referensi:
- A’rif Nabiyyaka Saw, Qism Ilmiy, Dar Al-Wathan, Riyadh
- Al-Mu’in ar-Raiq min Sirah Khairi al-Khalaiq, Prof. Dr. Sa’id M. Shaleh Shawabi, Risywan Kairo, 2008.
- Mushaf Al-Qur’an Terjemah, Pena, Jakarta, 2002
- Sirah Nabawiyah, Ibnu Katsir, Maktabah Syamilah
- Subul al-Huda wa ar-Rasyad, Maktabah Syamilah
- Tafsir Ibnu Katsir
- Raudhatul Anwar, Shafiurrahman Al-Mubarkafury, Pustaka Raja Fahd, Riyadh 1427 H
- Uyun al-Atsar, Maktabah Syamilah

*Silahkan Anda copy, tapi harap menyertakan link (sumber). Selamat Berdakwah

36 komentar:

  1. Assalamu'aliku wr.wb.

    Trmksh banyak atas uraiannya,smoga dgn postingan ni dpt menambah Kecintaan
    dan keteladanan kita kpd Baginda Rasulullah saw,amien.

    Dari uraian singkatnya,ada yg blom bisa aku Fahami nih Ustadz,mohon dijelaskan dl ya Ustadz :

    1. Arti dari masing2 Nama/Gelarnya Nabi saw tu?
    trs sapa yg ngasih gelar itu? Lalu adakah peristiwa (dlm hal apa) gelar itu diberikan?

    2. Pada Pernikahanya Rasulullah saw,"... diawali dgn lamaran Khodijah kpd Nabi Muhammad saw" jd yg melamar sbnrnya dari pihak pr bukan lk? ato gmn?

    Syukron katsiir!

    BalasHapus
  2. Waalaikumussalam ww.
    Terimakasih juga atas tanggapan dan pertanyaannya.

    Pengertian nama-nama nabi Muhammad saw:
    a. Ahmad: yang paling terpuji karena akhlak karimahnya, dan paling banyak memuji Allah.
    b. Al-Mahi ( pengikis/penghapus): karena Allah mengikis kekufuran dengan mengutusnya,
    c. Al-Hasyir (penghimpun): sebab nanti di hari kiamat seluruh manusia berhimpun di hadapan beliau, ada yang mengatakan di bawah perintah beliau.
    d. Al-'Aqib (penutup), karena beliaulah nabi dan rasul penutup.
    e. Muqaffi (yang mengikuti), maksudnya mengikuti dan melanjutkan jejak risalah para nabi.
    f. Nabiyyuttaubah (nabi taubat); meski beliau sudah ma'shum dalam artian bersih dari dosa, namun beliau banyak bertaubat. Dalam satu riwayat beliau bertaubat hingga 70 kali sehari, dan dalam riwayat lain hingga 100 kali.
    g. Nabiyyurrahmah (nabi ramhat); beliau adalah seorang nabi yang penuh kasih hatta dalam peperangan pun, diutusnya beliau ke bumi ini adalah sebagai rahmat bagi semesta alam.

    Nama-nama tersebut berdasarkan penuturan beliau sendiri. Dan kita tahu bahwa setiap sabda beliau adalah berdasarkan wahyu. Jadi bisa disimpulkan bahwa yang memberi nama/gelar tersebut adalah Allah Swt.

    2. Ya, benar yang melamar pertama kali adalah sayyidah Khadijah ra.
    Di Madinah pun beliau tidak hanya satu kali dilamar shahabiyyah...

    BalasHapus
  3. Af1 nih,masih butuh penjelasan lg di poin No.2 nya,masih bisakah lebih detail lg "Prosesi Lamarannya"? Coz,buat patokan buat kita ketika
    nanti kita di Fase ini.

    *)Apakah dikalangan Bangsa Arab tu dah jd tradisi/aturan,setiap ada Prosesi Lamaran,yg berperan sbg "Pelamar" adalah Si Pr nya? Ato ini hanya pada Nabi saw aja? Coz kebiasaan di Masyarakat kita kan yg bertindak sbg "Pelamar" adalah lk. Nah ini sbnarnya salah Prosedur,
    ato gmn?

    Syukron Againt!

    BalasHapus
    Balasan
    1. assalamualaikum saudaraku

      maaf,klo masalah lamaran dari pr yg dilakukan oleh khadijah itu masih berjalan sampai sekarang.
      contohnya di sumatera barat yg merupakan pusat islam terbesar di indonesia khususnya orang minang yg tinggal di daerah pariaman.

      syukron

      Hapus
  4. Itu bukan tradisi Arab. Dalam tradisi Arab, yang melamar biasanya dari laki-laki juga. Hanya saja cara seperti itu tidak dianggap salah oleh bangsa Arab dan agama Islam.

    Namun perlu diperhatikan, meski perempuan yang melamar tapi masalah biaya pernikahan dan nafkah keluarga (mahar, tempat tinggal, biaya hidup, dll) tetap jadi tanggung jawab si laki2.

    BalasHapus
  5. kak leli.....
    prikitiww... :D

    BalasHapus
  6. To Allahu Robbunaa : Nawwir quluubanaa yaa Allah, kaqolbi Rasulika Yaa Allah, amien.

    To Nabi Muhammad SAW : Ashsholatu wassalamu 'alaik (Allohumma sholli wasallim wabaarik 'laik).

    To Writer : Syukran Katsiir.

    To V3 : Preeett, eett dah bocah yach :D

    BalasHapus
  7. to kak leli...

    prikitiw.... :D

    to bang ihsan... prikitiw... :D

    *kabuuuuurrr sebelum di bolnang ... hahaha

    BalasHapus
  8. ringkasanya sangat lengkap dan jelas..
    salam kenal..

    BalasHapus
  9. Rasulullah dalam mengenangmu
    Kami susuli lembaran sirahmu
    Pahit getir pengorbananmu
    Membawa cahaya kebenaran

    Tak terjangkau tinggi pekertimu
    Tidak tergambar indahnya akhlakmu
    Tidak terbalas segala jasamu
    Sesungguhnya engkau rasul mulia
    Tabahnya hatimu menempuh dugaan
    Mengajar erti kesabaran
    Menjulang panji kemenangan
    Terukir namamu di dalam Al-Quran

    Rasulullah kami umatmu
    Walau tak pernah melihat wajahmu
    Kami cuba mengingatimu
    Dan kami cuba mengamal sunnahmu

    (Sebagian Syairnya Hijaz-Rasulullah)

    Ustadz... mohon ditranslate dl ya yg ni :

    مَعَ الَّذِينَ أَنْعَمَ اللَّهُ عَلَيْهِمْ مِنَ النَّبِيِّينَ وَالصِّدِّيقِينَ وَالشُّهَدَاءِ وَالصَّالِحِينَ, اللهُـمّ اغفِـر لى وارحمنى وألحقنى بالرفيق الأعلى, اللهم الرفيق الأعلى

    Syukran!

    BalasHapus
  10. Syair yang dapat melunakkan hati.

    Translate yg di atas td:
    "Bersama orang-orang yang Allah beri nikmat kepada mereka, (yaitu) para nabi, orang2 yang 'shiddiq' (pecinta kebenaran), para syuhada dan orang2 shaleh. Ya Allah... ampunilah saya, rahmatilah saya, dan susulkanlah saya pada ar-Rafiq al-A'la ('Teman' yang Maha tinggi: Allah). Ya Allah ar-Rafiq al-A'la."

    Di dalam tafsir Ibnu Katsir dijelaskan bahwa saat para nabi diuji dg sakit, mereka diberi dua tawaran: dunia atau akhirat. Nah, di saat Rasulullah Saw mengalami sakit beliau mengucapkan kata2 di atas sebagai jawaban dari dua tawaran tersebut.

    Ucapan beliau ini juga menunjukkan betapa rindunya beliau bertemu dengan Kekasih-nya, Allah SWT.

    BalasHapus
  11. jazakallah kher atas sejarah singkat Nabi -sholallahu 'alaihi wasallam-

    BalasHapus
  12. مَعَ الَّذِينَ أَنْعَمَ اللَّهُ عَلَيْهِمْ مِنَ النَّبِيِّينَ وَالصِّدِّيقِينَ وَالشُّهَدَاءِ وَالصَّالِحِينَ, وجعلنا وإياكم من الصالحين

    BalasHapus
  13. SHOLLUU 'ALAN-NABI

    Sholallah ‘ala tooha khoiril kholqi wahlahaa
    Walkarrooriabil kurma’i wazzahroo’i wabnahaa
    Wal aali wassahbi wattaabi’iina ba’dahaa
    Wattabilahum salam wagfir ummah qullahaa

    Mulialah dirimu keluarga dan sahabat
    Atas rahmat yang tercurah dari Allah Selamanya
    Dan semoga keselamatan dan ampunan
    Diberikan kepada seluruh pengikutmu

    Amien ya Allah.

    Maaf Ustadz mo nanya dl ya, tentang Hadits yg mengkisahkan bahwa Rasulullah saw pernah mencium ibunda 'Aisyah sblum Sholat.. Ustadz bisa tampilkan gak ya Haditsnya?

    Nah ini kaitannya dgn batal gaknya Wudhu' jika bersentuhan dgn isteri ato malah orang lain.

    2 hari yg lalu, ni kejadiannya saya alami sendiri, saat waktunya sholat ada seorang pria yg di colek seorang wanita (yg pasti non muhrimnya) lalu si pria ni tanpa wudhu lg dia langsung sholat. Kebetulan saya mo sholat jg pas kejadian tu, nah pas saya tegor dia "napa gak wudhu lg?" dia bilang "gak batal wudhunya" dan langsung dia bilang : Nabi SAW aja nyium isterinya 'Aisyah pas mo sholat".

    Sebenarnya ni ustadz msh bertoleransi dgn Madzhab yg diikuti? ato gmn ya ustadz?

    Makasih banyak.

    BalasHapus
  14. Allohumma sholli 'ala sayyidina Muhammad

    Hadits yg dimaksud adalah:
    عن عائشة رضي الله عنها أن رسول الله صلى الله عليه وسلم قبلها وهو صائم وقال: "إن القبلة لا تنقض الوضوء ولا تفطر الصائم" أخرجه إسحاق بن راهويه والبزار

    Maknanya:
    Dari Aisyah ra, bahwasanya Rasulullah Saw menciumnya sedangkan beliau puasa, beliau bersabda: "Ciuman itu tidak membatalkan wudhu' dan puasa." (HR. Ishak bin Rahweh & Bazzar).

    Dalam hadits lain riwayat Abu Daud jg disebutkan bahwa Rasulullah Saw mencium seorang isterinya lalu keluar utk shalat tanpa berwudhu' lagi.

    Ulama2 madzhab Syafi'i menilai perbuatan Rasulullah saw tersebut sbg khushushiyah (keistimewaan) bagi beliau. Sebab dlm QS. An-Nisa': 43 disebutkan bahwa "menyentuh" wanita itu mengharuskan wudhu'. Dan mereka berpendapat bahwa sentuhan yg dimaksud adalah sentuhan mutlak, sengaja atau tdk sengaja. Pendapat terkesan lebih hati-hati, meski pun ada kalangan yg menilainya lemah.

    Sementara madzhab Hanafi berpendapat bahwa yg dimaksud dg "menyentuh" dlm ayat tersebut adalah hubungan suami isteri. Dari sini mereka mengatakan bahwa menyentuh kulit lain jenis itu tdk mmbatalkan wudhu' sama sekali.

    Ada pun madzhab Hanbali dan Maliki, pendapat mereka berada di tengah: menyentuh dengan syahwat adalah batal, dan kalau tanpa syahwat tidak batal.

    BalasHapus
  15. Rausan Fikri mau nanya...

    "Apa pahala/manfaat bersholawat kepada Rasulullah SAW"

    BalasHapus
  16. @Saudara Rausan Fikri:

    Manfaat shalawat nabi sangat banyak, antara lain:

    مَنْ صَلَّى عَلَيَّ صَلاةً صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ عَشْرَ صَلَوَاتٍ وَحَطَّ عَنْهُ عَشْرَ خَطِيَّاتٍ وَرَفَعَ لَهُ عَشْرَ دَرَجَاتٍ. رواه احمد

    Artinya: Barang siapa yang bershalawat kepadaku satu kali, Allah akan bershalawat untuknya 10 kali, menghapus 10 kesalahan/dosanya dan mengangkatnya 10 drajat. (HR. Ahmad).

    مَنْ كانَ أكثرُهم عليّ صلاةً كان أقرَبهم منّي مَنزِلةً. حديث حسن

    Artinya: Siapa yang paling banyak shalawatnya kepadaku, dialah orang yang paling dekat kedudukannya padaku. (Hadits hasan).

    مَن صلـّى عليَّ حين يُصبِح عشرا وحين يُمسي عشرا أدركتْه شفاعتي

    Artinya: ”Siapa yang bershalawat padaku di saat pagi 10 kali dan juga di saat sore, dia akan mendapatkan syafa’atku” (HR. Thabrani)

    BalasHapus
  17. maaf saya mau tanya,tentang jihad yang sering kita lihat ditelevisi oleh salah satu ormas islam sangat bertentangan sekali dengan kalimat yang saya baca yaitu : "Perangilah di jalan Allah orang-orang yang memerangi kamu, tetapi jangan melampaui batas, sungguh Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas" (QS. Al-Baqarah: 190).
    Dalam hal ini ada aturan-aturan perang, antara lain: Jangan membunuh anak-anak, orang tua, orang yang menyerah, pendeta dan petugas rumah ibadah yang tidak menyerang, hewan tanpa tujuan maslahat, jangan membunuh dengan cara yang sadis dan berlebihan (Tafsir Ibnu Katsir).

    Dari sini jelas bahwa peperangan nabi Muhammad saw adalah sebagai upaya pembelaan terhadap hak, bukan wasilah untuk islamisasi apalagi balas dendam.
    ga ada pertanyaan,hanya pernyataan...maaf

    BalasHapus
  18. @Sdr Imam:

    Perlu saudara perhatikan bahwa dalam artikel di atas tidak ada defenisi tentang jihad. Yang ada adalah aturan perang dalam Islam berdasarkan petunjuk Al-Qur'an dan Hadits nabi Muhammad saw.

    Harus dipahami juga bahwa tidak semua perang adalah jihad, dan jihad bukan hanya perang dg mengangkat senjata.

    Dan sangat disayangkan; jihad versi ormas yang saudara maksud tidak dijelaskan secara konkrit.

    BalasHapus
  19. subhnllah ....
    trimakasii tlah memberi ilmu bru tehadap sya..

    BalasHapus
  20. ..Teman Yang Maha Tinggi itu SIAPA ya ..??

    BalasHapus
  21. 'Teman' yang Maha tinggi: Allah

    BalasHapus
  22. assalam'mualaikum wr.wb

    blog ini telah membatu pekerjaan tugas pacar saya

    BalasHapus
  23. assalamualaikum!


    subhanallah begitu hebat nabi kita, nabi segala umat manusia, wahai kaum muslimin dan muslimat, besarkanlah iman kalian di hari kiamat akan datang!

    waalaikumsalam!

    BalasHapus
    Balasan
    1. Komentar ini telah dihapus oleh penulis.

      Hapus
  24. Trimaksi sdh membrikan tambahan pengetahuan sy ...

    BalasHapus
  25. assalammualaikum wr.wb

    Terimakasih atas ilmu nya .

    BalasHapus
  26. Assalamualaikum wr wb. Terimakasih(tarimokasi)Mudah-an jadi menambah kecintaan bagi siapapun yang membacanya, serta menambah kecintaan kita kepada Allah Swt dan kepada beliau Nabi Muhammad Saw, bagi semua manusia yang mengharapkan safaatnya di Akhirat kelak, dan bagi Ummat non muslim kami pesankan beliau Muhammad adalah penutup dan para nabi dan rasul terdahulu Setiap nabi itu akan datang sesudah nabi yang lain. Untuk lebih menyempurnakan ajaran yang telah di bawa oleh nabi sebelumnya . bagaikan memperbaiki bangunan, maka nabi yang baru datang seolah-olah sebagai penerus dan penyempurna, sehingga bangunan itu benar-benar sempurna. Namun para nabi danrasul tersebut mengajarkan tata cara peribadatan kepada Allah sesuai dengan situasi dan kondisi ummat pada saat itu
    Rasul-rasul Ulul Azmi Artinya (Tekad yang kuat dan keteguhan tanpa batas) Adalah:
    1. Nuh as
    2. Ibrahim as
    3. Musa as
    4. Isa as
    5. Muhammad Saw
    Mereka mengerahkan segala daya dan upaya dengn penuh kesabaran untuk menegakkan kalimat Allah dan membumikan Syari’at Allah di muka bumi. Walaupun godaan dan tantangan serta bahaya datang silih berganti, mereka terus menjalankan misi kenabian yang telh di amanahkan, dengan penuh ikhlas karena Allah semata.
    Allah menyuruh kepada nabi Muhammad untuk mengambil suritauladan dari para rasul ulul Azmi. Firman-Nya: [QS. AL AHQAAF [46].35] Maka bersabarlah kamu seperti orang-orang yang mempunyai keteguhan hati dari rasul-rasul telah bersabar dan janganlah kamu meminta disegerakan (azab) bagi mereka. Pada hari mereka melihat azab yang diancamkan kepada mereka (merasa) seolah-olah tidak tinggal (di dunia) melainkan sesaat pada siang hari. (Inilah) suatu pelajaran yang cukup, maka tidak dibinasakan melainkan kaum yang fasik.
    Allah telah menyebutkan nama-nama mereka dalam dua buah Ayat: [QS.Al-Ahzab[33].7] Dan (ingatlah) ketika Kami mengambil perjanjian dari nabi-nabi dan dari kamu (muhammad), dari Nuh, Ibrahim, Musa dan Isa putera Maryam, dan Kami telah mengambil dari mereka perjanjian yang teguh,
    Dan [QS ASY SYURA [42].13] Dia telah mensyariatkan kamu tentang agama apa yang telah diwasiatkan-Nya kepada Nuh dan apa yang telah Kami wahyukan kepadamu dan apa yang telah Kami wasiatkan kepada Ibrahim, Musa dan Isa yaitu: Tegakkanlah agama dan janganlah kamu berpecah belah tentangnya. Amat berat bagi orang-orang musyrik agama yang kamu seru mereka kepadanya. Allah menarik kepada agama itu orang yang dikehendaki-Nya dan memberi petunjuk kepada (agama) -Nya orang yang kembali (kepada-Nya).
    Nabi penutup Risalah
    Tugas utama para nabi dan rasul adalah menyeru ummat manusia untuk menyembah Allah dan meninggalkan sesembahan selain Allah : [16.36] Dan sesungguhnya Kami telah mengutus rasul pada tiap-tiap umat (untuk menyerukan): "Sembahlah Allah (saja), dan jauhilah Thaghut itu", maka di antara umat itu ada orang-orang yang diberi petunjuk oleh Allah dan ada pula di antaranya orang-orang yang telah pasti kesesatan baginya. Maka berjalanlah kamu di muka bumi dan perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang mendustakan (rasul-rasul).

    BalasHapus
  27. makasih bisa menambah pengetahuan aku

    BalasHapus
  28. terimakasih atas ringkasan nya , saya bisa paham membacanya dari lahir sampai wafat nya, dan semoga bermanfaat bagi kami semua ... aminnn

    BalasHapus
  29. semoga kita adalh orang - orang yang mengikuti jejak nabi muhammad swa

    BalasHapus
  30. trimakasih ,.
    ini bisa membantu saya dalm mengerjkn tugas :D .. heheehe .

    BalasHapus
  31. Makasih ini sangat berguna sekali untuk saya.Saya punya PR Suruh mencari ringkaisan Nabi Muhammad SAW Terima kasih banyak Atas Info dan pengetahuan nya

    BalasHapus
  32. Alhamdulillah Jadi Juga buat clipping .. hahay

    BalasHapus
  33. makasih yaaa,,,ini membantu saya sekali,,,soalny lgi di hukum nulis sejarah nabi dari lahir hingga wafat....dan itu minimal 5 lembar folio bergaris.

    BalasHapus
  34. Thanks ya sob udah share , blog ini sangat bermanfaat sekali .............




    bisnistiket.co.id

    BalasHapus

Oase Risalah


Dari Ubadah bin Shamit bahwa Rasulullah saw bersabda: "Barang siapa bersaksi bahwa tidak ada tuhan selain Allah Yang Esa, tidak ada sekutu baginya, dan bahwa Muhammad adalah hamba dan Rasul-Nya, dan (bersaksi bahwa) Isa (Yesus) adalah hamba Allah dan rasul-Nya, dan kalimat-Nya yang Dia tiupkan kepada Maryam serta ruh dari-Nya, dan (bersaksi bahwa) surga dan neraka itu benar, niscaya Allah akan memasukkannya ke dalam surga sesuai kadar amalnya" (HR. Muslim)

Dari Anas ra, Nabi Muhmmad Saw bersabda: "Tidak seorang pun yang bersaksi dengan ketulusan hati bahwa tiada tuhan selain Allah dan Muhammad adalah utusan Allah, melainkan Allah akan mengharamkannya dari api neraka" (HR. Bukhari Muslim).