14.9.09

Rahasia Lailatul Qadr

Dari Aisyah ra. Rasulullah Saw bersabda: "Carilah malam Lailatul Qadr pada malam-malam yang ganjil di 10 terakhir Ramadhan" (HR. Bukhari)

Mengapa harus mencari Lailatul Qadr?
Jawaban konkritnya bisa kita temukan di dalam:
A. Al-Qur'anul Karim
1. QS. Al-Qadr ayat 1-5:
"Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al-Qur'an) pada (malam) Lailatul Qadr. Dan tahukah kamu apakah Lailatul Qadr itu? Lailatul Qadr lebih baik daripada 1000 bulan. Para malaikat dan Ruh (Jibril) turun pada malam itu dengan ijin Tuhannya. Sejahteralah malam itu hingga terbit fajar."
1000 bulan sama dengan kira-kira 83 tahun 3 bulan. Pada malam Qadr ini Jibril dan para malaikat lainnya dengan izin Allah mendatangi orang-orang yang i'ktikaf, shalat, bertasbih, bertahmid dan bertakbir memohan kebaikan kepada Allah SWT. Para malaikat tersebut mengaminkan doa-doa mereka. Jadi, malam tersebut merupakan detik-detik emas yang menjanjikan sinar kegemilangan individu muslim untuk merebut surga Allah dalam kehidupan kekal abadi di akhirat.

2. QS. Ad-Dukhan ayat 3-4:
"Sesungguhnya Kami menurunkannya (Al-Qur'an) pada malam yang diberkahi (malam Lailatul Qadr), sungguh Kamilah yang memberi peringatan. Pada malam itu dijelaskan segala urusan yang penuh hikmah."
Ibnu Abbas ra berpendapat, pada malam Lailatul Qadr Al-Quran diturunkan pertama kalinya (dari Lauhul Mahfuzh) ke langit dunia secara keseluruhan, yang kemudian diturunkan secara bertahap kepada Nabi Muhammad Saw. (Tafsir Ar-Razy)

B. Beberapa Riwayat:
1. Dari Abu Hurairah ra., Nabi Saw bersabda: "Barang siapa yang mendirikan Lailatul Qadr dengan iman dan berharap pahala, diampunkan dosa-dosanya yang telah lalu." (HR. Bukhari dan Muslim)

2. Hadits yang diriwayatkan dari Anas ra: "Lailatul Qadr dikaruniakan kepada umatku dan tidak kepada umat lain"

3. Diriwayatkan, Rasulullah Saw juga bersabda: "Pada tiap- tiap malam Lailatul Qadr itu, Allah menurunkan rahmat yang meliputi semua orang mukmin di atas muka bumi ini dari timur ke barat. Selebihnya, Allah SWT memerintahkan Jibril agar memberikannya kepada bayi yang lahir pada malam itu baik yang lahir dari ibu yang Islam atau kafir". ( Kitab Durratun Nasihin).

4. Rasulullah Saw pernah memikirkan mengenai umur umatnya yang pendek (sekitar 60-70 tahun, dan jarang yang lebih daripada itu) dibanding umat nabi-nabi yang lain. Berkat karunia dan rahmat Allah SWT., pahala amal ibadah ummat terdahulu akhirnya bisa diimbangi oleh ummat Rasulullah Muhammad Saw dengan Lailatul Qadr.
Dikisahkan dalam sebuah Riwayat: Suatu ketika Rasulullah Saw menceritakan dari Jibril kepada para sahabat mengenai seorang pemuda bani Israel yang sangat shaleh bernama Syarm'un al-Ghazi, dia menghabiskan masa berjihad selama hampir 1000 bulan. Hanya dengan bersenjatakan kulit unta Syarm'un dia bisa menewaskan musuh dengan mudah. Jika dia merasa haus di saat berjuang, Allah terbitkan air yang segar di celah-celah giginya. Dan jika dia lapar, Allah tumbuhkan tumbuhan di sekelilingnya.
Golongan kafir sangat memusuhinya. Mereka memperalat isterinya dengan tawaran suap yang tinggi.
Ketika Syarm'un sedang tidur, isterinya mengikatnya dengan seutas rantai besi sebanyak tiga kali, namun sia-sia. Sebab pahlawan yang beriman ini mempunyai kekuatan luar biasa, dia mampu memutuskan rantai dengan mudah.
Suatu saat, Syarm'un membocorkan rahasia kekuatannya kepada isterinya yang dia kira masih setia.
"Tidak ada orang yang bisa membahayakan diri saya kecuali dengan ijin Allah dan tiada yang mampu mengalahkan saya selain dengan sehelai rambutku!"
Karena pengkhianatan isterinya, musuh-musuhnya pun berhasil menangkap dan melakukan berbagai penyiksaan kepadanya; matanya dikorek, telinganya dipotong, tubuhnya diikat pada sebatang tiang rumah dan ditusuk-tusuk dengan senjata tajam.
Allah mengilhamkan kepada Syarm'un supaya memohon perlindungan pada-Nya. Lalu pemuda itu memohon agar dapat menggoyangkan tiang supaya dapat merobohkan rumah dan menimpa musuh yang hendak membunuhnya. Doa Syarm'un dikabulkan, hingga akhirnya dapat menggoyangkan tiang yang teguh itu dan membunuh musuh-musuhnya termasuk isterinya tertitimpa reruntuhan.
Dengan kuasa Allah SWT. tubuh Syarm'un yang cedera juga turut pulih serta merta. Syarm'um lalu berpuasa selama hampir 1.000 bulan lagi sebagai ungkapan rasa syukur atas pertolongan Allah SWT yang menyelamatkan nyawanya.
Perjuangan Syarm'un dan kekuatan imannya sungguh luar biasa dan begitu mengharukan. Rasulullah dan para sahabat berdukacita karena tidak dapat mencapai ganjaran seperti itu.
Mereka bertanya akan ganjaran yang diberikan Allah kepada pemuda itu. Beliau mengatakan "tidak tahu." Lalu Allah SWT menurunkan Surah Al-Qadr. Anugerah malam Lailatul-Qadr dengan menghidupkan malamnya mempunyai ganjaran melebihi
1.000 bulan, tanpa harus melakukan jihad sehebat Syarm'un.
Pada Riwayat lain, selain Syarm'un, masih banyak lagi orang-orang bani Israel yang menghabiskan masa ibadahnya selama 80 tahun lebih, misalnya saja: Nabi Ayub, Nabi Zakaria dan Nabi Yusya.
Mengapa umur ummat nabi Muhammad Saw tidak sepanjang umur ummat-ummat sebelumnya? Jawaban pertanyaan yang hampir senada dengan ini, dalam sebuah riwayat (wallahu a'lam, shahih atau dhaif) pernah juga dijelaskan oleh Jibril kepada kepada Rasulullah Saw. "Agar mereka tidak terlalu banyak melakukan maksiat…."
Nah, untuk mengimbangi pahala ibadah mereka, Allah SWT menganugerahkan Lailatul Qadr untuk ummat Nabi Muhammad Saw.

5. Pada malam Lailatul Qadr ini para malaikat mendoakan orang-orang yang bermunajat dan diampunkan dosa-dosa mereka. Itulah kelebihan ummat Nabi Muhammmad Saw yang belum pernah terjadi pada umat lain sebelumnya. Antara doa-doa dan dengan "istijabah" Allah tidak ada hijab. Semua doa mereka dikabulkan, melainkan doa dari empat golongan manusia:
1. Yang terus-menerus minum minuman keras.
2. Yang durhaka kepada orangtuanya.
3. Yang memutuskan silaturahim.
4. Yang tidak menyapa saudaranya lebih dari tiga hari.

Kapan persisnya Lailatul Qadr itu?
1. Para ulama sependapat tentang terjadinya Lailatul Qadr pada tanggal ganjil, namun mereka berbeda pendapat mengenai tanggal konkritnya. Mayoritas pendapat – termasuk Ubay bin Ka'ab, sekelompok shahabat Nabi dan Imam Syafi'i – condong pada malam 27 Ramadhan. Sebuah pendapat yang bersifat teka-teki menguatkan malam 27 berdasarkan jumlah huruf kalimat Arab Lailatul Qadr, yaitu 9 (jumlah huruf Lailatul Qadr) dikali 3 (jumlah lafazh "lail" dalam Surah Al-Qadr) sama dengan 27.
Namun yang paling menguatkan pendapat malam 27 ini adalah sabda Rasulullah Saw: "Siapa yang ingin mencarinya (Lailatul Qadr), hendaklah dia cari di malam 27." (HR. Ahmad).
Sementara yang lainnya mengatakan malam 21 (Ibnu Ishaq), 23 (Ibnu Abbas), 25 (Abu Dzar Al-Gifary) dan 29. (Tafsir Mafatihul Gaib, susunan Imam Fakhruddin Ar-Razy)

2. Ada juga pendapat yang tidak membedakan antara malam ganjil dan genap, yang penting 10 malam terakhir Ramadhan.

3. Pendapat Ibnu Hazam:
- Kalau bulan Ramadhan berjumlah 29 hari, berarti 10 hari terakhir Ramadhan dimulai pada malam ke 20, maka Lailatul Qadr jatuh pada malam genap.
- Jika Ramadan genap 30 hari, berarti 10 hari terakhir Ramadhan dimulai pada malam ke 21, maka Lailatul-Qadr jatuh pada malam ganjil.

4. Abu Al-Hassan mengatakan bahwa sejak baligh dia tidak pernah luput mendapatkan malam Lailatul Qadr, triknya adalah dengan memperhatikan hari awal Ramadhan. Jika awal Ramadhan pada:
- Hari Ahad dan Rabu, maka Lailatul Qadr jatuh pada malam ke 29 Ramadhan.
- Hari Senin, maka Lailatul Qadr pada malam ke 21 Ramadhan.
- Hari Selasa dan Jumaat, maka Lailatul Qadr pada malam ke 27 Ramadhan.
- Hari Kamis, maka Lailatul Qadr jatuh pada malam ke 25 Ramadhan.
- Hari Sabtu, maka Lailatul Qadr jatuh pada malam ke 23 Ramadhan.

Cara yang lebih menguntungkan
Sebaiknya kita tidak usah terlarut di dalam ikhtilaf ini. Cara yang lebih menguntungkan dalam mencari Lailatul Qadr tersebut adalah mengikuti cara Rasulullah Saw. Bagaimana itu? Menghidupkan semua 10 hari terakhir Ramadhan, insya Allah pasti bertemu…! Tidak rugi kan dapat pahala banyak?
Nah, untuk menghidupkannya – di samping mengerjakan kewajiban – kita bisa memperbanyak ibadah-ibadah sunat, seperti:
1. Qiyamul Lail (shalat sunat sunat tasbih, taraweh, tahajjud dan witir)
2. Membaca Al-Qur'an
3. Memperbanyak bacaan istigfar (astaghfirullahal azhim…), tasbih (subhanallah), tahmid (alhamdulillah), takbir (Allahu Akbar) dan tahlil (la ilaha illallah).
4. Memperbanyak Shalawat kepada Nabi Muhammad Saw (allahumma shalli' ala saidina Muhammad… dst).
5. Membaca doa: "Allahumma innaka 'afuwwun, tuhibbul 'afwa, fa'fu 'anni" (Ya Allah, sesungguhnya Engkau Mahapengampun, suka mengampuni, maka ampunilah aku).
6. Ibadah-ibadah sunat lainnya.

Bagi wanita yang haid atau pun uzur tidak menjadi halangan untuk melakukan: doa.
istighfar, tasbih, tahmid, takbir.
Hal-hal lain seperti: sedekah, akhlak karimah, dan lainnya tetap juga dianjurkan.
Wallahu a'lam.
(By: Ahmad Alim Hasibuan Cs)
__

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Oase Risalah


Dari Ubadah bin Shamit bahwa Rasulullah saw bersabda: "Barang siapa bersaksi bahwa tidak ada tuhan selain Allah Yang Esa, tidak ada sekutu baginya, dan bahwa Muhammad adalah hamba dan Rasul-Nya, dan (bersaksi bahwa) Isa (Yesus) adalah hamba Allah dan rasul-Nya, dan kalimat-Nya yang Dia tiupkan kepada Maryam serta ruh dari-Nya, dan (bersaksi bahwa) surga dan neraka itu benar, niscaya Allah akan memasukkannya ke dalam surga sesuai kadar amalnya" (HR. Muslim)

Dari Anas ra, Nabi Muhmmad Saw bersabda: "Tidak seorang pun yang bersaksi dengan ketulusan hati bahwa tiada tuhan selain Allah dan Muhammad adalah utusan Allah, melainkan Allah akan mengharamkannya dari api neraka" (HR. Bukhari Muslim).